Kisah Putri Kerajaan Norwegia Yang Dikucilkan Sebagian Orang

Kisah Putri Kerajaan Norwegia Yang Dikucilkan Sebagian Orang
Putri Martha Louis dari Norwegia belakangan ini memberikan kabar yang mengejutkan. Putri Kerajaan Norwegia ini mengaku mendapat ancaman pembunuhan. Hal ini lantaran dirinya menjalin hubungan asmara dengan pria berkulit hitam asal Amerika Serikat. Sebelumnya, Putri Martha Louis telah mengumumkan sedang berkencan dengan Durek Verret pada Mei 2019. Bahkan, saat itu sang putri rela melepaskan gelar kebangsawanannya demi bisa ikut tur dengan sang kekasih.

Sang Kekasih Jadi Sasaran Rasisme

Melansir dari Liputan6.com, dalam unggahan di akun Instagram diungkapkan bahwa Verret sudah menjadi sasaran rasisme sepanjang setahun hubungan mereka dipublikasikan. Parahnya, rasisme tersebut juga datang dari teman-temannya sendiri. Tak hanya itu, media juga sudah mengecap sang kekasih sebagai seorang pembohong dan pribadi yang manipulatif. Bahkan, hal itu tanpa mengecek fakta sebab telah didukung oleh keyakinan tentang masalah itu sebelumnya.

Durek Verret Bukan Orang Baik

Sang putri juga menyebutkan banyak orang mengatakan Durek Verret bukan orang baik yang mencintainya. Melainkan, pribadi yang telah memanipulasi sang putri agar jatuh cinta hingga menjalin hubungan asmara. Bagaimana dia (Durek) akan mengeksploitasiku dari sisi keuangan. Media menyebutnya sebagai pembohong, kasar, dan ancaman bagi keluargaku dan diriku sendiri, membagikan detail cerita tentang sisi X-nya secara detail tanpa disertai pengecekan data ulang. paparnya.

Orang Tinggi Menolak Jabat Tangan

Belum berhenti di situ, Putri Martha Louis juga mengaku sang kekasih mendapat perlakukan tak menyenangkan. Orang-orang di posisi tinggi dikatakan menolak berjabat tangan dengan Verret hanya karena dia berkulit hitam.

Menjadi kekasih @shamandurek telah memberiku kursus kilat tentang bagaimana supremasi kulit putih bekerja dan cara yang aku sadar maupun tidak terpikir dan termanifestasi dalam aksi menghadapi orang-orang berkulit hitam," tulis Martha, dikutip dari laman Insider.

Sangat Mengingat Kejadian Itu

Putri Martha Louis juga sangat mengingat kejadian itu. Bagaimana orang dengan jabatan tinggi mengatakan 'Beraninya Anda berpikir saya akan menyentuh tanganmu?' saat Durek Verret mengulurkan tangannya untuk menyampaikan selamat malam. Perlu ditekankan, kejadian itu terjadi sebelum adanya pandemi Covid-19.

Orang-orang berpikir mereka bukan rasis, tetapi mereka tidak mengenal satu pun orang yang warna kulitnya berbeda dari mereka, berjauhan dari orang-orang yang bekerja untuk mereka, sambung Martha.

Nyaman dengan Hak-Hak Istimewa

Lebih lanjut, Putri Martha mengaku sudah nyaman dengan hak-hak istimewa yang didapatnya. Dirinya bahkan tidak pernah melihat rasisme seperti apa sebenarnya. Hal ini semata agar membuatnya nyaman dengan sistem yang telah terbentuk.

Saya tidak bangga tentang itu, tapi saya menyadari bahwa saya perlu mengembangkannya agar menjadi pemahaman yang masuk dalam sistem yang telah mengakar dan bisa menjadi bagian untuk membongkar hal itu. Saya, sebagai orang kulit putih, perlu untuk berkembang, mengedukasi diri saya sendiri, dan menjadi lebih baik dan pindah dari pribadi yang melawan rasisme menjadi anti-rasis, sambung sang Putri Norwegia.

Rasismen Bukan Hanya Diskriminasi Terbuka

Menurut putri Kerajaan Norwegia, rasisme bukan hanya diskriminasi terbuka saja. Namun juga cara orang berpaling dari Durek Verret. Bagaimana teman-teman berasumsi dia berbohong tentang segalanya. Bahwa dia jahat karena bersikap baik. Kata-kata yang digumamkan sepelan mungkin, membuat sangat jelas baginya bahwa dia tak memiliki tempat di meja, katanya.

Dapat Ancaman Pembunuhan

Tidak gentar, Putri Martha Louis mengungkapkan jika dirinya kerap mendapat ancaman pembunuhan. Parahnya, keduanya juga mendapat cemooh mempermalukan warga dan keluarga setiap minggunya.

Itu adalah rasisme. Kami menerima ancaman pembunuhan karena bersama dan setiap minggu dicemooh bahwa kami telah mempermalukan warga dan keluarga kami karena kami memilih bersama, tambahnya.

Juga Dialami Meghan Markle

Siapa sangka, hal seperti itu juga pernah menghampiri Meghan Markle. Wanita asal Amerika Serikat ini pernah dituding memanipulasi Pangeran Harry agar meninggalkan Inggris Raya.

Tak hanya itu, Meghan Markle juga dituduh telah memisahkan Pangeran Harry dengan keluarganya. Meghan juga dituduh telah mendukung pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia), kekeringan hingga pembunuhan. Hal ini hanya kerana memakan avokad.

Posting Komentar

0 Komentar