8 Fakta Menarik Kereta Kuda Raja Belanda Berbahan Jati

8 Fakta Menarik Kereta Kuda Raja Belanda Berbahan Jati
Media sosial tengah digemparkan dengan adanya gambar dari kereta kuda Kerajaan Belanda yang digunakan oleh Raja Belanda. Gambaran yang terlihat jelas dilukiskan di sisi kereta tersebut dianggap memiliki hubungan dengan kolonialisme di Indonesia beberapa tahun lalu. Gambaran tersebut mencuat lantaran cuitan dari akun Twitter dengan nama @yoyen viral menjadi bahan diskusi warganet. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Viral Gambar Perbudakan di Indonesia

Bukan karena harga dari kereta kuda atau jabatan yang dipegang oleh sang raja, gambaran tersebut heboh lantaran dianggap memiliki kaitan erat dengan sejarah kelam bangsa Indonesia di masa kolonialisme Belanda. Dilansir dari Liputan6, bahkan akun tersebut secara terang-terangan mengungkapkan beberapa sisi kereta yang nampak menggambarkan perbudakan orang-orang di Afrika dan Indonesia.

Hadiah Penduduk untuk Kerajaan

Sebelum mengulik tentang gambaran tersebut, ternyata kereta kuda milik Kerajaan Belanda tersebut dibuat oleh penduduk secara khusus sebagai hadiah. Akun Twitter dengan nama Lorraine Rive tersebut mengungkapkan bahwa kereta tersebut merupakan hadiah bagi kenaikan tahta Ratu Belanda di tahun 1897.

Mungkin udah ada yang tahu, buat yang belum: kereta emas ini hadiah dari penduduk Amsterdam buat Wilhelmina sewaktu dia naik tahta tahun 1897. Itu kadonya beberapa RW di Amsterdam untuk ratu baru mereka, tulisnya.

Makna Gambar
8 Fakta Menarik Kereta Kuda Raja Belanda Berbahan Jati

Secara perlahan, gambaran pada kereta kuda milik Kerajaan Belanda tersebut disingkap maknanya. Gambaran tersebut diklaim sebagai lambang ratu dengan rakyatnya yang mencintai kerajaan. Bahkan, di beberapa bagian diklaim sebagai perwujudan rakyat Jawa. Perhatikan di bagian kanan, ada budak dan pejabat lokal dari Jawa. Konon panen ini secara menyeluruh insipirasinya dari lukisan Charles Rochussen, tahun 1852, tambahnya.

Simbol Penghormatan

Lukisan tersebut juga menggambarkan situasi yang terjadi pada saat itu. Pada zaman kolonialisme, Kerajaan Belanda yang memiliki banyak wilayah di dunia tersebut terkenal sebagai kerajaan yang dihormati. Baik dari rakyatnya hingga daerah kolonialnya.

Lambang Perbudakan

Secara terang-terangan, akun yang memiliki pengikut lebih dari 20 ribu orang tersebut juga mengungkapkan bahwa di sana terdapat ilustrasi mengenai perbudakan Hindia Belanda yang merupakan nama lain dari Indonesia pada saat itu.
8 Fakta Menarik Kereta Kuda Raja Belanda Berbahan Jati
Sebelah kiri lambangnya koloni di barat: West Kolonieen, sebelah kanan timur: Oost Kolonieen. Yang kiri bisa jadi lambang koloni di Afrika atau Karibia, kanan kanan kita tahu lambing koloni di Hindia-Belanda, tulisnya.

Digunakan Secara Turun Temurun

Hingga kini, kereta memiliki lukisan yang menuai kontroversi tersebut masih digunakan secara turun temurun oleh anggota Kerajaan Belanda. Namun, kini kondisi kereta sedang direstorasi untuk mendapatkan perawatan. Sekarang Gouden Koets lagi direstorasi, mungkin selesai tahun depan, tulisnya.

Penggunaan Jati Jawa dan Gading Sumatera

Menariknya, kereta yang menuai banyak tanggapan dari warganet ini ternyata menggunakan beberapa ornamen yang berasal dari Jawa dan Sumatera. Namanya Gouden Koets (Kereta Kuda Emas) tapi bahan utamanya kayu jati dari Jawa. Ada beberapa ornamennya dibuat dari gading dari Sumatra, tulisnya.

Pendudukan Belanda di Indonesia

Menjadi bagian dari sejarah kelam bangsa Indonesia, bahwasanya Belanda telah menjajah dan menduduki Indonesia selama lebih dari 300 tahun. Selama itu, bangsa Indonesia bahkan jauh dari kata sejahtera seperti yang telah sering dijanjikan oleh kolonial Belanda pada saat itu.

Bahkan, Belanda sempat ingin merebut Tanah Air dengan melancarkan Agresi Militer usai proklamasi kemerdekaan Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 1945. Sempat tak mengakui bahwa Agresi Militer yang dilancarkan dua kali, Belanda akhirnya menyerah dan mendukung sepenuhnya kemerdekaan Indonesia secara berangsur-angsur.

Posting Komentar

0 Komentar