10 Jenis Burung Yang Mampu Hidup Di Wilayah Kutub

Saat kita mendengar kata Arktik, kita langsung terpikir dengan tempat yang dingin dan dipenuhi salju. Anggapan ini tidak sepenuhnya salah, karena Arktik adalah wilayah kutub yang terletak di bagian paling utara bumi. Mungkin kamu penasaran, apakah ada burung yang hidup di wilayah Arktik? Jawabannya: ada! Penasaran, burung apa sajakah itu?

1. Steller's eider

Bebek laut bernama ilmiah Polysticta stelleri ini menghuni wilayah pesisir Alaska, Rusia utara, serta timur laut Eropa, terang laman Alaska Departmen of Fish and Game. Steller's eider jantan memiliki bulu dengan corak warna-warni, sementara betina berwarna kecokelatan.

Setiap tahunnya burung ini bermigrasi sejauh 4.800 kilometer. Pada akhir Mei hingga awal Juni mereka menetap di tundra Arktik untuk bersarang. Sayangnya, The IUCN Red List of Threatened Species mengategorikan Steller's eider sebagai hewan yang rentan. Penurunan populasi drastis hingga 50 persen terjadi di tahun 1960-1980.

2. Ruddy turnstone

Selanjutnya ada Ruddy turnstone (Arenaria interpres), burung mungil yang berkembang biak di tundra Arktik. Lalu, mereka menghabiskan sisa waktunya untuk bermigrasi ke Amerika Utara, Amerika Selatan, Eurasia, Afrika, dan Australia, ungkap laman All About Birds.

Kalau rata-rata manusia tidak suka dengan penambahan berat badan, lain halnya dengan burung ini. Menjadi gemuk justru hal yang menguntungkan bagi mereka, sebab lemak di tubuhnya menjadi tenaga untuk bermigrasi jarak jauh. Jika berat badannya kurang, mereka akan terlambat sampai ke tempat tujuannya atau bahkan gagal pergi ke sana.

3. Loon berparuh kuning

Mungkin kamu penasaran, apa arti kata "loon"? Loon adalah burung air penyelam berkepala hitam atau abu-abu, berparuh lurus, dan berkaki pendek. Loon berparuh kuning (Gavia adamsii) bersarang di danau besar di tundra Arktik, mostly di dataran tinggi, terang laman Seattle Audubon Society.

Lalu, di musim dingin mereka akan menghabiskan waktu di pesisir pantai, teluk, ceruk, dan pulau. Sedihnya, burung ini kerap terjebak di jaring dan perangkap ikan serta terancam oleh tumpahan minyak. The IUCN Red List of Threatened Species mengategorikan burung ini sebagai spesies yang hampir terancam.

4. Sandpiper berdada kekuningan

Lagi-lagi, kamu akan dibuat penasaran dengan kata "sandpiper". Artinya adalah burung berparuh dan berkaki panjang serta bersarang di dekat air dan mengunjungi pesisir pantai saat bermigrasi. Sandpiper berdada kekuningan (Tryngites subruficollis) adalah salah satunya.

Kamu bisa menjumpainya di tundra Arktik yang kering, karena itu adalah tempatnya berkembang biak, jelas laman The Mysterious World. Tetapi, keberadaannya di sana tidak permanen. Di musim non-kawin, mereka akan bermigrasi ke Amerika Selatan.

5. Angsa salju

Selain bulunya yang seputih salju, angsa ini mempunyai ciri khas lain yang mudah dikenali. Yaitu kebiasannya terbang dalam kawanan besar dengan formasi V. Jika kamu melihat angsa ini terbang di langit, kamu akan mengetahui bahwa musim akan berubah, jelas laman National Geographic.

Angsa bernama ilmiah Anser caerulescens ini akan terbang ke utara saat musim dingin. Tujuannya adalah untuk berkembang biak di tundra Arktik. Sepasang angsa akan bersama seumur hidup dan akan menghasilkan 2-6 butir telur setiap tahun.

6. Ptarmigan batu

Kata ptarmigan artinya belibis yang tinggal di daerah pegunungan di Arktik yang memiliki kaki berbulu serta bulu yang berubah menjadi putih di musim dingin. Saat musim panas, bulu pejantan berwarna abu-abu, sementara betina berwarna keemasan-cokelat, ujar laman eBird.

Burung bernama ilmiah Lagopus muta ini mengubah warna bulunya agar bisa menyatu dengan sekelilingnya sekaligus untuk menghindari predator potensial, jelas laman The Mysterious World. Elang emas adalah predator utama yang sangat dihindari.

7. Bunting salju

Mungkin, kamu terkejut dengan nama burung ini. Faktanya, "bunting" dalam bahasa Inggris diartikan sebagai burung penyanyi kecil dengan paruh pendek, lebar, dan umumnya berwarna kecoklatan. Mereka biasanya membangun sarang di wilayah berbatu tundra Arktik, tutur laman The Mysterious World.

Burung bernama ilmiah Plectrophenax nivalis ini akan mengubah warna bulunya di musim yang berbeda. Di musim kawin, burung jantan berwarna hitam dan betina hitam keabu-abuan. Sementara, di musim dingin, burung jantan dan betina memiliki bulu pucat dengan bagian atas kehitaman.

8. Tern Arktik

Beranjak ke tern Arktik (Sterna paradisaea), kata "tern" berarti burung laut yang memiliki relasi dengan camar, biasanya lebih kecil dan ramping, dengan sayap runcing panjang dan ekor bercabang. Meski panjangnya hanya 30 cm dengan rentang sayap 64-76 cm, mereka bisa bermigrasi sangat jauh!

Tern Arktik bermigrasi dengan jarak 35 ribu kilometer setiap tahun. Di awal musim dingin mereka akan terbang ke Antartika untuk berkembang biak, tutur laman The Mysterious World. Lalu, mereka akan berpindah ke tempat lain yang lebih hangat dan memiliki makanan melimpah.

9. Burung hantu salju

Beranjak ke burung hantu salju (Bubo scandiacus), di musim panas burung ini akan menghuni bagian utara Arktik. Lalu, selama musim dingin, mereka dapat ditemukan di area yang terbuka lebar seperti ladang dan garis pantai, terang laman All About Birds.
10 Jenis Burung Yang Mampu Hidup Di Wilayah Kutub
Berbeda dengan burung hantu pada umumnya, burung hantu salju adalah hewan diurnal. Artinya, mereka berburu mangsa di siang hari. Makanan utamanya adalah lemming, sejenis hewan pengerat kecil yang mirip hamster.

10. Elang peregrine

Dan yang terakhir ada elang peregrine (Falco peregrinus) yang suka memangsa burung lain dan kelelawar. Burung ini punya penglihatan akurat dan bisa menukik tajam dari atas ke bawah untuk menyergap mangsanya dengan kecepatan 200 mil per jam, ujar laman National Geographic.

Elang peregrine bersarang di tundra Arktik dan menghabiskan musim dingin di Amerika Selatan. Tak tanggung-tanggung, elang ini menempuh jarak 15.500 mil (24.944 kilometer) dalam setahun!

Nah, itulah 10 burung menakjubkan yang menghuni wilayah Arktik. Mana yang paling kamu kagumi?

Posting Komentar

0 Komentar